Xiaomi Pamer Es Krim Bikinan Mereka. Sudah Bosen Bikin Smartphone?

Banner Ad 728×90
Advertisement
Xiaomi kembali mencuri perhatian publik dengan langkah yang tidak biasa, kali ini bukan melalui smartphone atau perangkat pintar, melainkan lewat produk kuliner yang dikemas dengan pendekatan khas industri teknologi. Dalam sebuah acara internal bertajuk Values Conference 2026 yang digelar di kampus Xiaomi di China, perusahaan ini memperkenalkan es krim dengan tiga varian berbeda, yaitu Standard, Pro, dan Max, sebuah penamaan yang selama ini identik dengan lini produk gadget mereka.

Pendekatan ini langsung memicu perhatian luas karena Xiaomi tidak sekadar menjual es krim, tetapi menghadirkan pengalaman yang terasa seperti peluncuran perangkat flagship. Setiap varian diposisikan layaknya produk teknologi, lengkap dengan perbandingan fitur, harga, hingga “spesifikasi” yang ditampilkan dalam format presentasi profesional. Strategi ini memperkuat identitas Xiaomi sebagai brand yang konsisten membawa DNA teknologi ke berbagai lini produknya.
Untuk varian paling dasar, Xiaomi menawarkan versi Standard dengan harga sekitar 5,99 yuan atau setara Rp13 ribuan. Es krim ini mengusung rasa millet yang sederhana namun tetap menarik, dengan tambahan tekstur renyah dari taburan biji-bijian di bagian luar. Meski menjadi varian entry-level, produk ini tetap dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan, sejalan dengan filosofi Xiaomi dalam menghadirkan nilai terbaik di kelasnya.
Naik ke level berikutnya, varian Pro hadir dengan harga 6,99 yuan dan membawa peningkatan yang cukup terasa. Xiaomi menambahkan satu stik biskuit bertema “values” yang diklaim mampu meningkatkan sensasi makan, terutama dari sisi tekstur yang lebih crunchy. Pendekatan ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menghadirkan diferensiasi yang jelas antara varian, mirip dengan peningkatan fitur pada smartphone seri Pro mereka.
Sementara itu, varian Max menjadi versi paling premium dengan banderol 8,99 yuan. Es krim ini tampil lebih kompleks dengan tambahan tiga stik biskuit yang mengelilingi bagian dasar, menciptakan struktur yang lebih kokoh sekaligus pengalaman makan yang lebih kaya. Konsep ini selaras dengan filosofi Xiaomi dalam menghadirkan varian tertinggi yang menawarkan fitur paling lengkap dan pengalaman paling maksimal.
Yang membuat peluncuran ini semakin viral adalah cara penyajiannya. Seorang koki tampil di atas panggung besar dan mempresentasikan es krim tersebut dengan gaya keynote khas peluncuran gadget, lengkap dengan slide visual, perbandingan antarvarian, hingga positioning produk. Format ini langsung memicu gelombang reaksi di media sosial, di mana banyak warganet menganggap langkah Xiaomi sebagai bentuk kreativitas marketing yang segar dan menghibur.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada produk utama, tetapi juga pada bagaimana cerita dibangun di sekitarnya. Xiaomi berhasil mengubah sesuatu yang sederhana seperti es krim menjadi pengalaman yang relevan, menarik, dan mudah dibicarakan. Bagi Anda yang mengikuti tren teknologi dan branding, ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi tidak selalu soal teknologi canggih, tetapi juga tentang cara cerdas menciptakan perhatian dan koneksi dengan audiens.
In-Article Ad
Advertisement
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
LoginBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Jangan Ketinggalan Berita Terbaru!
Dapatkan berita teknologi dan review gadget terbaru langsung di email Anda setiap minggu.



