Intel Siap Pamer Handheld Yang Ditenagai Arc G3 Di Event Computex

Banner Ad 728×90
Advertisement
Persaingan di pasar handheld gaming semakin memanas, dan Intel kini bersiap mengambil langkah besar untuk menantang dominasi AMD. Berdasarkan laporan terbaru, perusahaan tersebut diperkirakan akan memperkenalkan lini chip khusus handheld terbaru mereka, yaitu Arc G3 dan Arc G3 Extreme, dalam ajang Computex yang akan datang. Informasi ini langsung menarik perhatian karena menjadi sinyal kuat bahwa Intel serius menggarap segmen gaming portabel yang terus berkembang pesat.
Kehadiran Arc G3 bukan sekadar rebranding, melainkan bagian dari strategi besar Intel melalui arsitektur Panther Lake yang memang dirancang untuk efisiensi dan performa tinggi di perangkat mobile. Chip ini sebelumnya telah diperkenalkan secara konsep pada CES 2026 sebagai solusi khusus untuk handheld, dan kini mulai menunjukkan arah yang lebih jelas menuju peluncuran resmi. Dengan momentum Computex yang dikenal sebagai panggung utama inovasi hardware, peluang debut ini menjadi semakin realistis.
Secara teknis, Arc G3 dan varian Extreme diprediksi membawa konfigurasi yang cukup agresif untuk ukuran handheld. Bocoran menyebutkan penggunaan hingga 14 core CPU yang terdiri dari kombinasi performance core, efficient core, dan low power core. Di sisi grafis, Intel akan mengandalkan GPU berbasis Xe3 dengan konfigurasi hingga 12 core, yang dirancang untuk memberikan performa gaming optimal dalam form factor kecil. Pendekatan ini menunjukkan fokus Intel yang lebih menitikberatkan pada kekuatan GPU, sebuah faktor krusial dalam pengalaman gaming portabel.
Langkah ini juga menjadi upaya langsung untuk menantang dominasi AMD di segmen handheld, yang selama ini diisi oleh seri Ryzen Z. Dengan menghadirkan solusi baru yang lebih terintegrasi dan efisien, Intel berpotensi membuka persaingan yang lebih seimbang, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi produsen perangkat seperti MSI, Acer, hingga GPD yang sudah dikabarkan tertarik mengadopsi platform ini.

Meski demikian, perjalanan menuju peluncuran tidak sepenuhnya mulus. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan adanya penundaan jadwal hingga kuartal kedua 2026, yang berarti Intel harus memastikan kesiapan teknologi ini benar-benar matang sebelum diperkenalkan ke publik. Penundaan ini justru menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak ingin terburu-buru, terutama di pasar yang sangat kompetitif dan sensitif terhadap performa serta efisiensi daya.
In-Article Ad
Advertisement
Komentar (0)
Login untuk berkomentar
LoginBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Jangan Ketinggalan Berita Terbaru!
Dapatkan berita teknologi dan review gadget terbaru langsung di email Anda setiap minggu.



