Techno

    Chip Bekas Jadi Cuan, Intel Raup Untung dari CPU “Buangan”

    oleh Aqim Mustaqim27 April 2026 2 menit baca
    Chip Bekas Jadi Cuan, Intel Raup Untung dari CPU “Buangan”
    Share: Facebook𝕏 Post WhatsApp Telegram

    Banner Ad 728×90

    Advertisement

    Lonjakan kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan ternyata membawa dampak yang tidak terduga bagi industri semikonduktor. Intel kini memanfaatkan peluang tersebut dengan cara yang terbilang tidak biasa, yaitu menjual kembali CPU dies yang sebelumnya dianggap tidak layak pakai atau bahkan dibuang. Langkah ini bukan sekadar strategi alternatif, tetapi telah menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan pendapatan perusahaan di tengah tingginya permintaan pasar.

    Permintaan terhadap CPU melonjak tajam seiring berkembangnya AI, khususnya pada fase inferencing yang kini semakin membutuhkan peran prosesor selain GPU. Kondisi ini membuat setiap unit chip menjadi sangat berharga, termasuk yang sebelumnya masuk kategori “low expectation” atau memiliki kualitas di bawah standar utama. Dalam situasi normal, chip seperti ini biasanya tidak digunakan atau hanya dijual dengan nilai sangat rendah. Namun kini, pasar justru siap menyerapnya sebagai solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.

    TSMC bangun pabrik untuk produksi prosesor 2nm

    Intel memanfaatkan kondisi ini dengan mengoptimalkan proses binning, yaitu mengklasifikasikan chip berdasarkan kualitasnya. CPU dies yang berada di bagian tepi wafer dan sebelumnya dianggap tidak optimal kini tetap dipasarkan sebagai produk dengan spesifikasi lebih rendah. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengubah potensi limbah menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan. Dalam skala industri, langkah ini juga meningkatkan efisiensi produksi karena lebih banyak chip yang bisa dimonetisasi daripada terbuang sia sia.

    Fenomena ini tidak lepas dari perubahan besar dalam lanskap teknologi. AI modern, terutama yang bersifat agentic, membutuhkan keseimbangan baru antara CPU dan GPU. Jika sebelumnya GPU mendominasi, kini CPU kembali menjadi komponen krusial untuk mengelola proses, koordinasi, dan aliran data dalam sistem AI. Dampaknya, permintaan CPU meningkat drastis hingga melampaui ekspektasi pasar.

    A bar chart from Intel shows quarterly revenue and GM% trends with Q1'26 revenue at $13.6 billion and 41.0% GM%, alongside a summary stating AI businesses grew double digits YoY.

    Keputusan Intel untuk menjual chip yang sebelumnya dianggap tidak layak juga memberikan dampak langsung pada margin keuntungan. Dengan meningkatnya volume penjualan dari kategori produk ini, perusahaan berhasil mendapatkan tambahan profit tanpa harus meningkatkan produksi secara signifikan. Ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu datang dari teknologi baru, tetapi juga dari cara memaksimalkan sumber daya yang sudah ada.

    In-Article Ad

    Advertisement

    Komentar (0)

    Login untuk berkomentar

    Login

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

    Tetap Terupdate

    Jangan Ketinggalan Berita Terbaru!

    Dapatkan berita teknologi dan review gadget terbaru langsung di email Anda setiap minggu.

    Kami menghargai privasi Anda. Batalkan langganan kapan saja.

    Artikel Terkait

    KENALI MISI TECHDUT LEBIH DALAM

    BACA SELENGKAPNYA
    TechDut

    TechDut adalah portal berita gaming dan teknologi Indonesia. Kami menyajikan konten berkualitas seputar game, gadget, esports, dan perkembangan teknologi terkini untuk gamer dan tech enthusiast.

    Berlangganan Newsletter

    Dapatkan update artikel terbaru langsung di inbox Anda.

    © 2026 TechDut. All rights reserved.